Web Toolbar by Wibiya

Jangan Marah


Malam hari selesai sholat Isyak. Bu Hasna membimbing anak-anknya be;lajar di rumah. Hari itu dzikri. Qoyima, Hawari, dan Afi sudah siap di ruang belajar. Di papan tertuliskan kata Al ‘Afuwww dalam huruf arab. Yang berarti Allh yang Pemaaf. Al ‘Afuww adalah salah satu nama indah yang dimiliki Allah. Bu Hasna membimbing anak-anak untuk menghafal Asmaul Husna dan memahami maksudnya.

“Al Afuww. Apa artinya Bunda?” Tanya Hawari .
‘yang pemaaf.” Jawab Bunda
“Maksudnya bagaiman Bun?” tanya Qoyima.
“ Artinya Allah banyak memaafkan.
Maaf Allah itu sangat luas. Kita harus mengetahuai keluasan maaf Allah nak”
“ Contohnya apa Bunda?” tanya Dzikri.
“kalau dalam ibadah, contohnya Allah memerintah kita shalat. Ketika kita sakit sehingga kita tidak kuat berdiri dalam shalat, maka Allah memberi keringanan, kita boleh sholat sambil duduk, jika kita duduk pun kita tidak kuat, kita boleh sambil berbaring. Jadi Allah meringankan perintah-Nya kepada orang yang tidak mampu menjalani tidak sempurna. Itu tanda Allah memaafkan.”
Aku tahu contoh yang lainya.”Sela Qoyima.
“ Coba kamu sebutkan’Kata Bunda.
“jika orang yang berbuat salah lalu ia minta ampun pada Allah, maka Allah akan menagampuni atau menghapus dosanya.”
“Alhamdulillah. Betul kau Nak.”
‘Bunda. Kata AL’Afuww juga bias dipakai untuk berdo’a dong. Contohnya gimana ?” tanya Afi.
Contohnya kita berdo’a dengan mengucapkan do’a pada Al baqarah ayat 286 Artinya, “ ……. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatillah kami. Engkaulah penolong kami……..”
“ Kalau kita berbuat salah dengan orang lain gimana Bun?” tanya Hawari
“Ya minta maaf dong pada orangnya.” Sanggah Qoyima.
“kalau orang lain berbuat salah kepada kita tapi ia tidak mau minta maaf gimana?” tanya Dzikri.
“Begini Nak. Hendaklah mengambil nilai kebaikan yang telah Allah ajarkan. Allah itu Maha Pemaaf. Jika kita tidak tahu luasnya maaf Allah. Hendaklah kita selalu memohon maaf-Nya. Banyaklah memohon ampunan-Nya. Jika berhubungan dengan orang lain yang berbuat salah kepada kita, maka lapangkanlah hatimu untuk memaafkanya Maka Allah akan memuliakanmu Nak.”
Read More...

Menempa Jiwa


Cukuplah orang tua dikatakan menyengsarakan hidup anak apabila ia membiasakan hidup mudah. Segala sesuatu yang mereka perlukan telah tersedia dengan mudah, nyaris tanpa usaha berarti, padahal, pengalaman berusaha dan menyelesaiakan masalah akan menignkatkan kapasitas pribadi seseorang. Sehingga semakin banyak masalah yang mampu ia selesaiakan, semakin tinggi nilai hidupnya.
Sesunguhnya orang tua yang kejam adalah merekan yang tidak memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan di usia itu. Kejamlah seorang ibu yang masih selalu menyuapi anaknya, setiap saat, padahal anak seharunya sudah bisa makan sendiri. Kejamlah seorng bapak yang selalu melayani keinginan anak dan memenuhi permintaan mereka. Padahal anak-anak itu kelak harus memiliki kecakapan men-tasharuf-kan hartanya. Kejamlah orang tua hanya memberi uang dan fasilitas berlimpah kepada anaknya tanpa memberi tanggung jawab, kewajiban dan tantangan kepada mereka.
Mari kita belajar dari pohon apel. Sesungguhnya apel tidak berbuah kecuali setelah daunya rontok. Jika ia ditanam di negeri yang tidak mengenal musim gugur, maka kitalah yang akan membantu agar apel tersebut berbuah. Kita membantu mengurangi daun-daunnya.
Pelajaran apa yang bisa kita petik? Perlu tantangan sebelum berbuah. Ada tantangan secara alamiah dihadapi karena kondisi yang tidak terelakan. Tetapi jika kondisi yang diperlukan tidak tersedia, maka kitalah yang harus merancang agar ada tantangan yang”menggairahkan”.
Jika kita menilik sejarah, orang-orang besar adalah mereka memiliki catantan panjang tantang ketanguhan, ketegaran, kegigihan, kejujuran, integritas, yang tinggi, keberanian dan tekad yang kuat untuk menyelesaikan setiap masalah dengan cara sebaik-baiknya sesuai dengan rambu-rambu yang telah di berikan oleh Allah Ta’la dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ( SAW). Mereka di tempa oleh tantangan yang dating berjenjang- jenjang. Awalnya ringan dulu, lalu datang lagi tantangan yang lebih berat.
Bahkan tidak sedikit orang besar yang sejak lahir sudah dipenuhi kesulitan dan tantangan. Ia lahir dalam kesulitan, besar dalam kesulitan dan kemdian tumbuh menjadi manusia yang sanggup mengatasi berbagai kesulitan yang orang lain takut membayangkannya.
Mereka banyak menghadpi kesulitan, tetapi pada saat yang sama ada kekuatan jiwa untuk menghadapinya. Terkadang kekuatan itu mengalir dari hadirnya seorang ibu yang senantiasa memberi dukungan ketika ia merasa tak sanggup lagi. Di antara orang-orang sukses, banyak mengawali hidupnya dengan berbagai kesulitan. Bahkan sebagian mereka bahkan pernah merasa tak sanggup menghadipnya, lalu ia berikrar agar anaknya tak pernah menjumpai kepahitan hidup yang serupa. Tetapi ia lupa membedakan kepahitan hidup berbeda dengan tantangan. Alih-alih tak ingin anaknya sengsara, justru menghindarkan anak dari tantangan. Diam-diam menjadikan anaknya tak berdaya dengan melimpahi mereka fasilitas dan kemudahan.
Padahak, berlimpahnya fasilitas tanpa tantangan menjadikan anak lemah secara mental, rendah daya juangnya, mudah frustasi karena tak terbiasa menghadapi kesulitan, dan tidak memiliki keterampilan memadai dalam menyelesaikan persoalan hidup sehari-hari. Mereka inilah yang rawan terkena penyakit affluanza.
Apakah afflueanza itu ? o, banyak sekali definisi yang bisa kita temukan pada kata ini. Tetapi ada beberapa hal yang mempersamakan dari berbagai definisi itu, yakni bahwa afflueanza merupakan kondisi ketika orang menakar keberhasilan dan kebahagiaan dari beberapa banyak uang yang dimiliki, berapa mewah barang yang dikonsumsi, dan beberapa lengkap perangkat yang dipunyai beserta segala kemudahan yang bisa dibeli. Mereka dimanjakan oleh uang karena orang tua sudah merdeka secara financial, tetapi hati mereka hampa dan kebahagiaan sangat jauh dari kehidupan. Semakin mereka menganggap bisa membeli kebahagiaan dengan uang, semakin kering hidup mereka, semakin jauh pula kebahagiaan itu menghindar dari mereka. Di saat itulah mereka semakin sibuk mengejar… denga uang yang mereka punya !!
Padahal, itu justru membuatnya semakin tidak bahagia. Tetapi tak ada pilihan buat mereka sebab yang mereka ketahui, uang bisa beli apapun. Sejak kecil mereka dibesarkan denga kemudahan dan fasilitas, sehingga mereka justru menemukan banyak kesulitan dalam hidup. Apa yang sederhana buat orang lain, bisa menjadi kesulitan besar bagi dirinya.

Perlunya tantangan

Jadi apa yang membuat anak-anak itu lemah dimasa dewasanya? Mereka tak berdaya karena otot mereka, otak mereka dan mental mereka tak pernah ditempa. Mereka lemah karena terlalu banyak dimanja oleh fasilitas berlimpah. Mereka menemui banyak kesulitan karena terbiasa hidup serba mudah. Sesungguhnya, apa yang berat bisa tersa ringan, apabila kita memperoleh tempaan yang cukup untuk menghadapi tantangan. Semakin banyak tantangan yang mampu kita hadapi, akan kuatlah kita denga izin Allah ta’la.
Perlunya memberi kesempatan kepada anak untuk menghadapi tantangan bukan berarti orang tua harus membiasakan anak hidup sulit. Sangat berbeda mempersulit keadaan dengan menempa anak menghadapi kesulitan. Kita memberi kesempatan kepada anak untuk belajar dengan memberinya tanggung jawab, memberi mereka tugas untuk menyiapkan, mengatur dan menjaga apa yang mereka perlukan dalam hidup sehari-hari, serta memberi mereka kesempatan bagi mereka untuk belajar mengurusi dirinya sendiri. Jadi, bukan mereampas hak mereka untuk belajar mandiri.
Bayi usia 1, 5 Tahun misalnya secara alamiah mereka akan terdorong untuk belajar makan sendiri. Tentu saja karena belum memiliki cukup keterampilan, hasilnya bisa belepotan dan mengotori lantai. Tetapi jika atas nama kasih saying, kita tidak memberi kesempatan sehingga kia selalu menyuapinya, anak itu akan terhambat kemampuannya dan sulit tumbuh kemandiriannya.
Di usia-usia berikutnya ketika anak sudah saatnya untuk otonom, kita perlu membimbing mereka untuk menyiapkan sendiri buku pelajaran yang akan di pakai besok dan menyiapkan perlengkapannya. Secara perlahan kita memperkenalkan kepada mereka konsekuensi jika mengabaikan kewajiban. Pada saat yang sama kita mulai perlu memberi mereka tantangan –tantangan bukan membebani.

Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan
Insya Allah melalui tantangan yang datang secara bertahap itu, anak-anak akan belajar memecahkan kesulitan. Sesungguhnya, Allah Ta’ala letakkan kemudahan itu menyertai kesulitan. Bukankah Allah Ta’ala berfirman “ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudhan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S.Al Insyiraah:5-6).
Muhammad Sulaiman ‘Abdullah al-Asyqar meneragkan dalam tafsirnya yang bertajuk Zubdatul Tafsiir Min Fathil Qadiir bahwa maksud ayat ini ialah sesungguhnya bersama kesulitan terdapat kemudahan lain. Ibnu Mas’ud r.a dengan setatus marfu’ meneragkan seandainya kesulitan itu ada di dalam batu niscaya ia akan di ikuti kemudahan sehingga ia masuk kedalamnya kemudian mengeluarkanya dari batu tersebut. Suatu kesulitan itu tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan. Sesungguhnya Allah berfirman “ karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Sungguh membiasakan anak hidup mudah dapat melemahkan mereka dalam keterampilan hidup, berfikir dan bersikap. Bahkan bukan tidak mungkin menyebabkan mereka lemah iman. Na’udzubillahi min dzaalik ( di kutip dari majalah Hidayatullah “ kolom parenting” Muhammad Fauzil Adzim”)

Read More...

Rahasia Keberhasilan PEMBELAJARAN Rasulullah


Sungguh, tidak mudah mendidik/berdakwah diatas dasar-dasar jahiliyah dalam keadaan masyarakat sebagai penyembah berhala, juga tidak mudah menyamapaikan dan membiasakan sesuatu yang baru di atas kebiasaan-kebiasaan yang telah mendarah daging,turun-temurun dilakukan sejak nenek moyang mereka.Banyak halangan rintangan dan cobaan yang di hadapi Rasulullah SAW saat itu.Tapi Rasulullah SAW mampu!! Mampu membawa cahaya Islam di antara mereka. Mampu menyinari kegelapnya dunia akidah pada saat itu.

Harta, Tahta, dan Wanita ditawarkan kaum kafir Quraisy untuk merebut simpati Rasulullah SAW agar menghentikan misi pendidikannya, mentauhidkan kaumya, mengesakan Tuhan sembahannya, agar hanya Allah ‘Azza wa jalla yang menjadi sembahanya, bukan yang lain. Berbagai macam gelar telah disandangkan oleh kaum Kafir Quraisy kepada Rasulullah SAW seperti tukang sihir, orang gila, fan lain-lain. Tapi Rasulullah tidak kecil hati dan selalu bersabar, tetap berjuang menegakkan kalimat Allah. Bukan hanya itu, berbagai intimidasi dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka tarbiyahnya (pendidikan/pengajaran) Rasulullah kepada pengikut Rasulullah, tapi Rasulullah tidak pantang menyerah terus berjuan dan berjuang sampai kalimat Allah terukir ikhlas di hati para pengikutnya. Sampai kalimat Allah tegak di bumi Makkah.


Kalau mau, Rasulullah bias menerima tawaran tahta dan kekuasaan yang dijanjikan kaum kafir Quraisy jika Rasulullah bersedia”berdamai”. Dengan dbegitu Rasulullah bisa menyuruh dan memaksa orang-orang untuk masuk agama Islam dan menyembah hanya kepada Allah. Tapi Rasulullah tidak mau. Pembelajaran Islam adalah misi yang suci, harus tegak diatas dasar-dasar yang suci dan dengan cara-cara yang suci pula.
Sejarah telah mengukir prestasi pembelajaran Rasulullah sehingga generasi pada zamanya adalah generasi terbaikdalam sejarah umat Islam. Apa rahasi yang tekandung dalam keberhasilan pebelajaran Rasulullah tersebut? Di antara sebagian kecil dari sekian banyak factor penentu keberhasilan pendidikan Rasulullah : Mendapat ridha dan petunjuk Allah Ta’ala, kerja keras, perjuangan yang tidak pernah menyerah, dan pribadi atau akhlak yang terpuji.

Setiap langkah, perbuatan dan ucapan Rasulullah tidak pernah bertentangan dengan perintah Allah SWT. Selalu diridhai dan mendapat petunjuk dari Allah SWT. Beliau tidak berbicara dan bertindak selain dari petunjuk Allah, seperti yang telah difirmankan Allah dalam surat An Najm ayat 3 dan 4: “ Dan tidaklah ia (Muhammad) berkata berdasarkan hawa nafsunya, malainkan ia mendapatkan wahyu. Yang menarik dari rahasia-rahasia di atas adalah karakter dan keperibadian Rasulullah dalam mendidik. Pribadi Rasulullah dengan sifat-sifat yang mulia seperti Shidiq, Amanah, Fahonah dan Tabligh menjadi modal utama mereut simpati peserta didiknyadan untuk membangun khaira ummah( sebaik-baik umat). Sifat kasih sayang beliau menjadi perekat. Membangun kesatuan umat Islam. Dengan sifat lemah lembutnya, beliau mampu menumbuhkan hati-hati yang keras dan kejam sekalipun. Rasulullah telah berhasil mencetak generasi terbaik di jamanya. Dan bahkan telah mewariskan dua pegangan kokoh yang apabila kita berpegang teguh kepada keduanya, maka kita tidak akan tersesat selamaya, yaitu Al- Qur’an dan Alhadits.
Nah, lalu bagaimana dengan kita?? Pendidik yang hidup di jaman serba cangih, sarana dan prasarana telah tersedia, dan yang lebih penting masyarakatnya telah disinari cahaya Islam, yang segalanya mudah apabila kita mau dan mampu malaksanakannya? Sudahkah kita mengajar dan mendidik mereka dengan kasih sayang dan mengerakkan ukhuwah mereka ?? Dan sudahkah kita bekerja keras dan terus berjuang malakukan hal yang terbaik untuk kemajuan dan kesuksesan pendidikan anak-anak kita agar bisa mengulang keberhasilan pendidikan/dakwah Rasulullah SAW menciptakan generasi-generasi terbaik di jaman kita??. || Noorhikmah-Fahma –V-09|| Ust. Zainul||
Read More...

MABIT UASBN


Dalam rangka menghadapi ujian nasional & ujian sekolah maka siswa/i kelas VI Sekolah Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro, perlu menyiapkan diri sejak dini, mulai dari persiapan fisik, mental dan akademik. oleh karena itu pada hari sabtu-ahad tanggal 2-3 Mei 2009 kemarin, sekolah mengelar acara pemantapan untuk kelas VI dengan kegiatan Mabit UASBN. yang didalamnya terdapat bebrapa materi yaitu:
Smart Quize materi UASBN, Achiefment Motivation, renungan dalam Sholat tahajud & Out Bound.
Semoga dari kegiatan ini siswa/i akan lebih siap dan mantap dalam menghadapi ujian nasional serta kehidupan yang nyata ini, sukses buat kelas VI Ucap koordinator kegiatan [Ust. Arif Rahman]
Read More...
 
Copyright (c) 2010 SD Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro
Jl. Lisman 18 B Bojonegoro Telp (0353) 7705344,888025, Email :sdintegral@yahoo.com